MAU JADI UNIVERSITAS KOK FASILITAS SEMAKIN AMBURADUL !!!

MAU JADI UNIVERSITAS KOK FASILITAS SEMAKIN AMBURADUL !!!

Sabtu, 02 November 2013


            STIE DHARMA ANDALAS merupakan salah satu kampus swasta yang perkembangannya cukup pesat semenjak berdirinya pada tahun 1990. Karena, dalam waktu dekat, DPP-IKA UNAND tidak main-main untuk menjadikan STIE Dharma Andalas menjadi Universitas Dharma Andalas.
Sedikit demi sedikit keinginan itu diwujudkan melalui pembangunan dan penambahan infrastruktur. Pada tahun sekarang, STIE Dharma Andalas sedang gencar-genacarnya melakukan pembangunan gedung baru, yaitu gedung C, kantin, ruangan UKM, dan penambahan WC. Pembangunan gedung C dilakukan guna menambah ruangan untuk perkuliahan, karena sejak masuknya angkatan baru 2013, ruangan perkuliahan sangat terbatas.
Sehubungan dengan STIE Dharma Andalas yang akan segera menjadi UNIDHA, maka sudah jelas jumlah prodi juga akan akan ditambah. Beberapa diantaranya penambahan prodi S1 Akuntansi, jurusan MIPA, Ilmu Komunukasi dan masih banyak lagi yang akan direncanakan nantinya.    
”Nanti kita akan ada 14 program study, sekarang kita STIE telah mempunyai 3 prodi, yaitu S1 Manajemen, D3 Menajemen, dan D3 akuntansi. Nanti kita akan menambah program study S1 Akuntansi, setelah itu kita akan menambah 10 program study lagi. Jadi, total prodi kita ada 14 nantinya. Berapa jumlah fakultasnya belum pasti berapa, tapi mungkin sekitar 7 atau 8.” Ujar Pembantu Ketua STIE Dharma Andalas, Yovina Mulyati SE, MM.
            Ditengah gencar melakukan berbagai macam pembangunan, maka muncul suatu pertanyaan yang mengganjal “Lalu bagaimana dengan fasilitas yang sudah ada?”
Fasilitas yang ada di STIE Dharma Andalas dinilai semakin merosot. Mulai dari air yang sering mati dengan alasan mesin air rusak, sehingga mahasiswa susah untuk menunaikan kewajiban shalat dan buang air. Jadwal kelas yang saling berebutan sesama dosen, bahkan harus memakai waktu libur, seperti hari Sabtu, Mingggu, maupun kuliah malam. Hal inilah yang sekarang sangat dikeluhkan bukan hanya mahasiswa saja, tetapi juga oleh dosen. Tidak hanya ruangan Vicon, aula pun yang biasanya dipakai untuk seminar dan kegiatan terpaksa digunakan untuk perkuliahan.
Kemarin(1/11), pipa AC kelas B 1.4 putus, mengakibatkan lantai kelas banjir. Hal itu sempat mengakibatkan perkuliahan diberhentikan sementara sebelum akhirnya tetap dilanjutkan dalam keadaan lantai dipenuhi genangan air. Namun, hal itu telah diantisipasi oleh pihak kampus pada keesokan harinya.
            “Menurut saya fasilitas kampus sekarang masih kurang lengkap, seperti  tempat nongkrong untuk mahasiswa. Kantin kecil dan kurang memadai, fasilitas wc yang banyak rusak, dan terkadang fasilitas air yang sering mati. Harapan saya kedepannya sebagai mahasiswa adalah, agar dana-dana yang ada di kampus digunakan untuk pembangunan yang lebih baik lagi. Saya juga berharap agar kampus dapat mencukupi fasilitas –fasilitas yang masih kurang, mungkin seperti tempat nongkrong, kantin, wc, dan fasilitas-fasiltas untuk olah raga.” Jelas salah seorang mahasiswi.
            Fasilitas merupakan hal penunjang yang sangat penting dan tidak bisa diremehkan. Hal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, karena sangat berpengaruh terhadap semua pihak.
“Jadi, mengenai keluhan mahasiswa itu memang kami dari pihak pimpinan telah mengetahui dan juga telah melakukan upaya untuk pembenahan dan perbaikan-perbaikan. Memang pada  saat sekarang itu yang menjadi masalah seperti, ada beberapa kerusakan-kerusakan seperti air yang tidak jalan dan kebocoran yang bisa kita lihat sekarang. Jadi, semuanya dalam pembenahan. Bukan berarti kita menutup mata dengan semua yang ada, kita semuanya selalu melakukan perbaikan. Tapi perbaikan dalam sim salabim tentu tidak bisa. Jadi, setiap keluhan mahasiswa itu kita tanggapi dan akan kita respon.” Tutur Yovina Mulyati SE, MM.
             
     Perlu adanya kerja sama antara pihak kampus, dosen, dan mahasiswa dalam masalah ini. Agar hal ini tidak semakin besar, seharusnya kita senantiasa selalu menjaga fasilitas yang ada sekarang bukan malah merusak yang telah ada. Dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap kampus sendiri, sehingga kita akan selalu memberikan yang terbaik, agar kelak perkembangan pembangunan seimbang dengan perbaikan yang ada dan tidak akan muncul kesalahan yang sama nantinya.(Magang 2013)