CAPRES DAN CAWAPRES BERGUGURAN, KPRM BUKA PENDAFTARAN CAPRES DAN CAWAPRES PUTARAN KEDUA -->

CAPRES DAN CAWAPRES BERGUGURAN, KPRM BUKA PENDAFTARAN CAPRES DAN CAWAPRES PUTARAN KEDUA

Selasa, 17 Desember 2013



Musyawarah Besar Keluarga Dharma Andalas (Mubes-KMDA) yang diselenggarakan oleh Panitia Mubes beberapa bulan yang lalu telah menghasilkan nama baru untuk ketua DLM. Toni Combayer terpilih menjadi Ketua DLM periode 2013-2014 setelah mengalahkan Daniel dari angkatan 2011 dalam pemilihan suara oleh Mahasiswa yang menghadiri forum Mubes-KMDA. Setelah terpilihnya Ketua DLM yang baru, maka panitia Komisi Pemilihan Raya (KPRM) yang akan melaksanakan tugasnya.
Panitia KPRM yang dinaungi oleh BEM DA telah membuka pendaftaran bagi mahasiswa Dharma Andalas dengan kriteria yang tidak jauh berbeda dari tahun lalu untuk mencalonkan dirinya menjadi Calon Presiden maupun Calon Wakil Presiden sejak tanggal 25 November 2013 lalu.
“Pada saat pendaftaran putaran pertama, ada tiga pasang calon yang mendaftar untuk menjadi Capres dan Cawapres.” Ujar Mulya Saputra, Presiden BEM DA.
Namun, satu per satu kandidat telah gugur dan hanya menyisakan satu kandidat saja.
“Pada saat ini hanya tersisa satu kandidat. Untuk melaksanakan Pemilihan raya (Pemira) setidak-tidaknya harus dilakukan oleh dua pasang calon.” Tegas Presiden BEM.
Mulya Saputra juga menambahkan bahwa Pembina BEM yang dipegang oleh Pembantu Ketua STIE DA mengatakan bahwa periode ini harus diadakannya pemira agar demokrasi pejabat mahasiswa di Dharma Andalas lebih hidup dan berwarna. Beliau tidak mau lagi adanya pemilihan secara aklamasi sehingga hal ini mengharuskan panitia KPRM utuk membuka pendaftaran putaran kedua.
“Pembina memberi kita (BEM) waktu paling lambat untuk mencari calon presiden dalam enam bulan ini. Untuk periode ini, saya berencana untuk mencalonkan diri lagi sebagai Presiden BEM DA, namun saya juga akan tetap mengikuti sebagaimana prosedur yang telah ditetapkan oleh panitia KPRM. Saya juga berharap agar panitia lebih profesional dan objektif, walaupun panitia KPRM notabene adalah menteri-menteri saya.” Jelas Mulya Saputra.
Kandidat pertama, Andhika dan Harry yang berasal dari angkatan 2011 telah gugur sebelum berperang karena tidak menghadiri wawancara tahap pertama.
“Kita telah memberi kabar bahwa wawancara tahap pertama diundur, yang sebelumnya diadakan pada jam 1 menjadi jam 4. Ini dikarenakan cuaca yang tidak mendukung. Namun, tiba-tiba salah satu panitia KPRM mendapat SMS dari pasangan ini. Mereka mengirim sms, ‘pai selah surang, kami ka caliak Jokowi’, kurang lebih SMS nya seperti itu.” Ungkap BEM DA.
Berbeda dengan kandidat pertama, Kandidat kedua ini dipegang oleh Hary dan Lani. Calon Wakil Presiden (Lani) tidak menghadiri wawancara tahap kedua. Pasangan ini dinyatakan gugur setelah mengabaikan waktu  dispensasi selama dua hari yang telah diberikan oleh Panitia KPRM.
Kandidat ketiga, Tono dan Rino megundurkan diri pada wawancara tahap kedua karena pasangan ini merasa dirugikan dan diintimidasi oleh pertanyaan-pertanyaan pada wawancara tahap pertama. Pada akhirnya hanya menyisakan satu kandidat saja, pasangan Emil dan Rini.
Namun, pasangan ini tidak bisa melangsungkan ke tangga selanjutnya, yaitu temu rakyat dan pemilihan raya. Dikarenakan pemira setidak-tidaknya harus diikuti oleh dua calon pasang capres dan cawapres. Hal itu memaksa mau tidak mau panitia KPRM harus membuka pendaftaran untuk Capres dan Cawapres putaran kedua. (valent)