PENERTIBAN PANTAI PADANG HANYA BERLANGSUNG SEMENTARA -->

PENERTIBAN PANTAI PADANG HANYA BERLANGSUNG SEMENTARA

Jumat, 28 Maret 2014

Sejak diadakan penertiban beberapa hari lalu, kawasan Pantai Padang tepatnya di sekitar  Pantai  Purus telah bersih dari kedai dan warung para pedagang. Kini kawasan tersebut, telah terlihat lapang dan indah. Para pengguna jalan dari kendaraannya bisa dengan bebas melihat pasir pantai dan laut yang terbentang bebas. Penertiban kawasan Pantai Padang itu terkait dengan simulasi gempa dan tsunami Mentawai 2014 atau dengan nama kegiatan Mentawai Megathrust Disaster Exercise (MM Direx 2014) yang digelar 16-22 Maret 2014.

Penertiban warung, kedai  serta tenda ceper dilaksanakan sendiri oleh para pedagang. Masing-masing pedagang membongkar warung dan kedai serta payung  cepernya. Kemolekan Pantai Padang menyeruak, setelah terbebas dari bangunan para pedagang. Penertiban dan pembersihan Pantai Padang juga didukung banyak pihak, karena selama ini banyak hal-hal negatif yang berlangsung di lokasi tersebut. Penyediaan ratusan payung ceper oleh para pedagang, yang dapat menimbulkan maksiat, banyak yang melakukan transaksi seks dan pergaulan bebas disana.

Masyarakat berharap Pantai Padang bisa bebas dari para pedagang, dan tenda ceper dimusnahkan secara permanen. Silahkan saja berdagang, tapi tidak membelakangi  pantai, sehingga akses pemandangan ke pantai menjadi tertutup.  Namun bisa dipastikan harapan masyarakat itu tinggal sekedar harapan saja. Setelah selesainya MM Direx beberapa hari lalu, sudah mulai terlihat warung pedangan yang mulai beroperasi dibibir pantai, Karena perjanjian Pemko Padang dengan para pedagang penertiban seluruh warung dan kedai hanya bersifat sementara. Setelah selesai simulasi gempa dan tsunami, kedai dan warung  serta tenda ceper akan berdiri lagi dan beroperasi seperti biasa. Praktik-pratik maksiat akan kembali terjadi di sepanjang pantai tersebut.

Tampaknya, Pemko Padang tidak memiliki keberanian menertibkan kedai, warung dan tenda ceper milik para pedagang  secara permanen. Padahal Pemko Padang sudah sangat paham bahwa keberadaan pedagang yang membelakang ke laut saat ini telah merampas keindahan Pantai Padang. Hak masyarakat dan para wisatawan untuk dapat menikmati keindahan kawasan Pantai Padang  itu telah direnggut habis oleh para pedagang. Banyak  masyarakat sudah malas untuk berkunjung  kepantai, jika melihat fenomena penyakit masyarakat yang melakukan kegiatan maksiat tidak ada ujungnya permasalahannya. 

Persoalan ini perlu menjadi catatan penting bagi Pemko Padang dan pihak-pihak terkait lainnya. Jika tidak ada keberanian untuk mengambil tindakan tegas, maka persoalan pelik di Kota Padang tidak akan pernah terselesaikan. Sampai kapan kawasan Pantai Padang akan tetap menyuguhkan kekumuhan dan ketidak­teraturan????

Reporter : MG/013/002