Discussion Series Kepemimpinan Milenial Dalam Era Demokrasi

Discussion Series Kepemimpinan Milenial Dalam Era Demokrasi

Rabu, 11 Maret 2020


Galang - Program studi (prodi) S1 Ilmu Komunikasi Universitas Dharma Andalas (Unidha) kembali menggelar Discussion Series yang mengambil tempat di Vikon gedung A Unidha. Diskusi ini resmi dibuka oleh Sekretaris Unidha Dr. Dodi Devianto, M.Sc. pada hari Rabu (11/3).

Diskusi ini mengangkat tema "Kepemimpinan Milenial dalam Era Demokrasi" karena banyaknya generasi milenial yang berkecimpung di bidang politik. Diskusi ini dinarasumberi oleh walikota Padang Panjang bapak H. Fadly Amran, B.B.A. yang merupakan kepala daerah termuda di Indonesia. Diskusi ini dihadiri oleh Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi Najmuddin M. Rasul, Ph.D., Sekretaris Unidha Dr. Dodi Devianto, M.Sc., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr. Asniati, S.E., MBA, AK, CA, CSRA. dan dihadiri pula oleh media-media yang berkerjasama dengan prodi S1 Ilmu Komunikasi seperti Antara, RRI, dan Padang Express. Hingga adapula dosen dan mahasiswa Undiha terkhususnya dari prodi S1 Ilmu Komunikasi.

Seperti yang dikutip dari salahsatu dosen prodi S1 Ilmu Komunikasi sekaligus penanggung jawab dari kegiatan diskusi ini bahwa suatu kasus yang terjadi di dalam komunikasi politik ketika generasi muda memimpin di suatu masyarakat. "Kegiatan ini juga bisa meningkatkan motivasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi bahwa yang muda tidak kalah saing dan juga bisa bermimpi untuk menjadi seorang pemimpin," ujar Ria Edlina, M.I.Kom., yang merupakan dosen prodi S1 Ilmu Komunikasi yang bertanggung jawab atas program kerja Ilmu Komunikasi ini.

Untuk ke depannya mahasiswa Unidha diharapkan lebih berani untuk mengisi suatu kegiatan di kota Padang Panjang seperti memberikan pelatihan di bidang komunikasi, manajemen, akuntansi, dan bidang-bidang lainnya. Dengan diadakannya diskusi ini, dosen maupun mahasiswa Unidha diharapkan lebih memahami peran dari generasi milenial saat ini dalam memberikan informasi politik sehingga kita tidak berpangku tangan saja dan menanamkan ideologi bahwa yang menjadi seorang pemimpin itu bukan hanya seseorang yang lebih tua.