SETELAH DIUNDUR SELAMA TIGA BULAN AKANKAN FKU TETAP DILAKSANAKAN

SETELAH DIUNDUR SELAMA TIGA BULAN AKANKAN FKU TETAP DILAKSANAKAN

Sabtu, 07 Maret 2020




Galang - Badan eksekutif mahasiswa (BEM) Universitas Dharma Andalas (Unidha) membentuk kepanitian baru untuk acara Festival Kreativitas Unidha (FKU) sekaligus tatap muka dan rapat perdana bersama semua panitia serta didampingi oleh Haidil Putra selaku presiden BEM Unidha. Pertemuan tersebut berlangsung di gedung C Unidha dari pukul 13:00 - 18:00 WIB, pada Sabtu (07/03).

FKU merupakan kegiatan tahunan yang di selenggarakan BEM pada semester genap atau pada akhir tahun. Akhir-akhir ini terjadi beberapa kendala yang menyebabkan FKU tidak bisa diadakan di semester genap yang mana sudah di persiapkan dan jadwal sudah ditentukan pada bulan Desember 2019 lalu. Namun karena adanya perubahan sistem dari pihak kampus sehingga FKU kali ini di undur sampai batas waktu yang belum diketahui. Kejadian ini menyebabkan timbul nya dugaan dari mahasiswa yang tidak paham akan penyebab FKU ini di undur. Panitia yang sudah dibentuk sebelumnya perlahan mengundurkan diri satu persatu baik secara resmi maupun tidak. Setelah beberapa pertimbangan dan persiapan dari pihak BEM,pembina,dan adanya kebijakan baru dari kampus muncul beberapa waktu belakangan ini sudah dialami oleh pihak BEM maka dibentuk kepanitian baru. Kepanitia baru ini di ambil dari perwakilan tiga orang dari masing-masing lembaga,Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan mahasiswa (Hima) diselingkupan kampus. Karena berbagai kendala yang dihadapi oleh BEM dalam menyelenggarakan FKU ini banyak dari mahasiswa yang menganggap acara ini tidak jadi diselenggarakan. Dengan adanya rapat dan pembentukan panitia ini sebagai sinyal akan diadakannya FKU dalam waktu dekat.

Salah satu hal yang akan dihadapi oleh panitia FKU baru ini yakni panitia harus kembali ekstra mensosialisasikan peraturan serta sisterm terbaru FKU ke mahasiswa Unidha. FKU sebelumnya hadir dengan sistem baru dimana yang dulunya masih menggunaan sistem denda untuk ketidakhadiran dan jika tidak mengikuti lomba juga diperhitungkan denda dari masing-masing perlombaan. Namun sistem itu tidak berlaku lagi,FKU tahun ini menggunakan sistem poin dan sertifikat. Sistem ini menjelaskan jika mahasiswa tidak hadir dalam acara maka sertifikat kegiatan tidak akan diberikan. Hal ini merupakan syarat wajib kompre mahasiswa dan kebijakan ini sudah di pertimbangkan dan diputuskan pihak kampus. Peraturan dan sistem ini dikhususkan untuk mahasiswa BP 18 dan 19 sedangkan untuk BP 17 masih dipertimbangkan.

Acara ini rencananya akan di dilaksankan selama 4 hari berturut-turut dari  tanggal 4 s/d 7 April 2020. Bertepatan dengan acara pertemuan orang-orang hebat alumni Universitas Andalas (Unand) yang nantinya berjumlah sekitar berjumlah 1000 orang alumni yang akan datang dan Unidha menjadi tuan rumah dari acara pertemuan ini. Tentu dengan adanya pertemuan alumni ini sekaligus acara FKU pada waktu yang bersamaan maka acara tahun ini akan lebih meriah. Rencananya semua UKM dan HIMA diwajibkan untuk membuka stand saat acara agar menambah pemasukan kas dari masing-masing UKM dan HIMA. Pihak kampus sendiri akan mengeluarkan dana sekitaran 19 juta rupiah dan insert untuk masing-masing mahasiswa 30 sampai 40 ribu rupiah perorang.

“karena sistem ini masih baru dan saya pun baru di pilih menjadi ketua pelaksana maka rencananya sistem terbaru ini akan di sosialisasikan oleh  pembina langsung kepada seluruh panitia. Harapan saya acara ini akan sangat berbeda dan meriah dari yang sebelum-belumnya dan antusia dari mahasiswa juga besar walaupun dengan sistem yang berbeda ini”. Ujar pater isman selaku ketua pelaksana.