Kuliah Daring, BEM sebagai fasilitator keluhan mahasiswa -->

Kuliah Daring, BEM sebagai fasilitator keluhan mahasiswa

Jumat, 01 Mei 2020



Sumber : Google.com

Galang- Dimasa Pendemi Covid-19 pemerintahan membuat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dimana PSBB merupakan pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 untuk mencegah penyebaran semakin luas, sehingga semua kegiatan diluar rumah di tindakan. Mulai dari bekerja, beribadah dan belajar dirumah saja. Hal ini, membuat instansi pendidikan melakukan proses pelajaran melalui daring, termasuk Universitas Dharma Andalas (Unidha).

Unidha mulai mengadakan kuliah daring sejak tanggal 23 Maret lalu, akan diperpanjang sampai bulan Juni mendatang. Banyak keluhan dari mahasiswa mengenai  penggunaan kuota internet yang semakin meningkat, ditambah dengan menggunakan aplikasi yang memakan kuota yang cukup banyak serta tugas yang harus di kerjakan tepat waktu sementara terkendala jaringan yang kurang mendukung dalam melakukan kuliah daring. Untuk hal tersebut, mahasiswa  menyampaikan aspirasi kepada pihak Badan Eksekitif Mahasiswa (BEM) agar menyampaikan aspirasi mereka agar mendapatkan subsidi kuota atau pun pengurangan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT). Pihak BEM telah mengadakan rapat internal bersama organisasi kampus yang lainnya untuk menyepakati aspirasi yang akan  dan akan disampaikan kepada pihak kampus. Selain itu pihak BEM telah mencoba meminta bantuan berupa kuota internet kepada pihak kampus, mengingat  sudah ada beberapa kampus di Sumatera Barat yang telah memberikan  subsidi kuota.

Pihak BEM telah berusaha menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pihak kampus, namun ada beberapa kendala yang membuat aspirasi ini belum di tanggapi. BEM sempat membuat beberapa kajian dan sudah meminta waktu kepada Rektor untuk mendiskusikan hal ini tetapi beliau berusaha mengelak malah melemparkan kepada kepala program studi (Ka.Prodi). Hari ini pun kami sudah  bergerak berdiskusi bersama Organisasi mahasiswa (Ormawa) agar Bapak Rektor tidak mengelak untuk diskusi online, sebelumnya beliau sempat mengatakan tunggu surat edaran saja” ungkap Haidil selaku presiden mahasiswa Bem (Presma).