Mahasiswa Seluruh Indonesia meminta Relaksasi UKT

Mahasiswa Seluruh Indonesia meminta Relaksasi UKT

Rabu, 03 Juni 2020



sumber foto : cnbcindonesia.com

Uang Kuliah Tunggal (UKT) dimasa pandemic ini menjadi hal yang sangat dikeluhkan oleh masyrakat terutama bagi mahasiswa. Tidak semua mahasiswa berasal dari keluarga yang mampu bahkan ada yang orang tua dari mahasiswa di PHK dari pekerjaannya akibat adanya pandemic yang tidak kunjung selesa selama kurang lebih 3 bulan belakangan ini. Karena hal itulah aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEMSI) membuat seruan aksi media melalui twitter dengan akun @aliansibem_si. Akun twitter tersebut menyerukan kepada seluruh rekan mahasiswa, media kampus BEM Seluruh Indonesia dan seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk dapat menindaklanjuti itikad baik dari rekan-rekan aliansi BEMSI yang telah disampaikan pada hari pendidikan nasional lalu tidak kunjung digubris oleh pihak Kemendikbud. Pada akuntersebut juga disampaikan agar seluruh elemen masyarakat dapat menaikkan #MendikbudDicariMahasiswa dan ada beberapa hastag lain yang trending pada twitter seperti #NadiemManaMahasiswaMerana, pada media sosial twitter yang dilakukan pada 2 juni 2020. 

Dalam postingan tersebut juga di lampirkan surat dengan judul Surat Terbuka Tantangan Audiensi Kepada Nadiem Makarim. Dalam surat terbuka tersebut berisi tentang pembebasan atau relaksasi biaya kuliah sebagai dampak pandemic Covid-19, Bantuan kuota internet, logistic, dan kesehatan bagi mahasiswa sebagai dampak pandemic Covid-19, Sektor pendidikan dalam RUU Cipta Kerja dan Kebijakan kampus merdeka. Surat yang dilayangkan ke pada pihak kementrian tersebut tertanggal 27 Mei 2020. Salah satu akun twitter dengan akun @sulthanfarras1 yang memiliki 155 kali retweet mengatakan bahwa “mas mentri Nadiem kami tunggu INOVASImu untuk kesejahteraab pelajar, mahasiswa & pengajar di saat sulit ini. Jk inovasi terdahulu bisa membantu jutaan masyarakat Indonesia, kini saatnya ‘naik kelas’ untuk menghadirkan pendidikan inklusif dan berkeadilan #NadiemManaMahasiswaMerana.”  Dalam kesempatan ini Haidil Putra yakni Presiden BEM Mahasiswa Unidha menyampaikan bahwa “semester ini kita membuang uang secara Cuma-Cuma boleh dikatakan kita menggunakan fasilitas 20% sisanya kita memakai barang pribadi kita sendiri, sebaiknya Unidha juga melakukan hal yang sama untuk mengurangi atau meniadakan UKT” pungkasnya.

Pada website resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yakni Kemendikbud.co.id, pihak Kemendikbud menanggapi isu mengenai kenaikan uang Kuliah Tunggal (UKT). Pada tulisannya tersebut Pelaksana Tugas Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (plt Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam menegaskan bawa Kemendikbud memastikan tidak ada kenaikan UKT di masa pandemic Covid-19. Dalam keterangannya tersebut Nizam juga menyatakan bahwa jika ada perguruan tinggi negeri (PTN) yang menaikkan UKT, berarti keputusan tersebut diambil sebelum masa pandemic dan hanya diberlakukan kepada mahasiswa baru sesuai dengan kemampuan ekonomi orang tuanya. Kemendikbud juga akan memfasilitasi pemberian bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi 400 ribu mahasiswa diseluruh Indonesia serta kemendikbud mengapresiasi dan mengajak seluruh pihak untuk saling membantu dengan bergoton-royong, pandemic segerta dapat kita atasi bersama.

Berdasarkan pers release yang disampaikan oleh Kemendikbud diatas, Muhammad Zainal Arifin sebagai Koordinator Isu Pendidikan Dasar dan Menengah BEMSI menyampaikan tanggapannya “Pada intinya release yang disampaikan oleh kemendikbud tersebut merupakan release yang reaksiner saja karena beberapa point itu sudah dijelaskan pada surat edaran sebelumnya jadi itu bukan info penting karena info tersebut sudah dijelaskan di surat edaran sebelumnya dan masih memunculkan beberapa polemik dan pada intinya kami tetap ingin membuka ruang audiensi bersama kemendikbud”. Nadiem Makarim sebagai Mentri Pendidikan dan Kebudayaan yang dikenal sebagai salah satu sosok milenial menjadi sorotan dalam hal ini. “Pak nadiem pernah mengatakan bahwa mentri yang dekat pada anak muda maka kami tarik janjinya apakah ketika kami menyampaikan audiensi apakah pak mentri bisa menyambut kita selaku mahasiswa dan selaku anak muda yang ingin mengungkapkan aspirasinya harapannya dalam waktu dekat Kemendikbud dapat memfasilitasi audiensi dengan tuntutan-tuntutan Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah sampai dengan Pendidikan Tinggi” pungkas Zainal. (Isnaini Rahmi)