Pancasila Sebagai Sumber Kecerdasan Ideologis Bangsa Indonesia

Pancasila Sebagai Sumber Kecerdasan Ideologis Bangsa Indonesia

Senin, 01 Juni 2020

Sumber : Kompasiana.com


Pancasila sebagai dasar negara artinya ideologi Pancasila menjadi landasan, panduan dan pedoman resmi kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia, sejak pertama kali didirikan telah menetapkan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi negara. Kita, rakyat Indonesia sudah selayaknya menempatkan Pancasila di posisi yang luhur dan mulia, namun bukan berarti menuhankannya.Ada berbagai jenis kecerdasan diajukan para pakar seperti Gardner yang melontarkan  The Theory of Multiple Intelligences. Gardner menyebutkan ada kecerdasan linguistis, logis, spasial, gerak ragawi, musikal, interpersonal, intrapersonal,  dan naturalis. Di antara jenis-jenis kecerdasan yang dikemukakan Gardner tersebut, maka kecerdasan interpersonal dan intrapersonal sesungguhnya sudah tercakup ke dalam kecerdasan ideologis. Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain, hal ini diperlukan dalam kecerdasan ideologis, karena kehidupan berbangsa membutuhkan kebersamaan (Mitsein). Kecerdasan intrapersonal merupakan kemampuan mengungkapkan jadi diri, hal ini diperlukan dalam kecerdasan ideologis sebagai bentuk kepercayaan diri suatu bangsa dalam pergaulan antar bangsa.

Ketika Daoed Joesoef mengetengahkan nasionalisme dalam bentuk rasa cinta tanah air, maka dikemukakan ada 3 jenis pemahaman seseorang tentang tanah air, yaitu tanah air secara fisik, formal, dan mental. Pemahaman tentang tanah air dalam arti mental merupakan  seperangkat nilai-nilai ideologis yang memengaruhi ruang kesadaran warga negara, sehingga sikap mental dalam berbangsa dan bernegara diwarnai nilai-nilai tersebut. Dalam konteks ideologi Pancasila, maka nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan seyogyanya mewarnai sikap mental setiap warga negara Indonesia. Cinta tanah air merupakan salah satu jenis kecerdasan ideologis, karena menyangkut kemampuan seseorang atau warga negara untuk memiliki keterikatan atau keterlibatan secara fisik, formal, dan mental dengan negaranya.

Kecerdasan ideologis juga memuat jenis kecerdasan simbolis yakni kemampuan untuk memahami dan menerapkan simbol-simbol kehidupan bernegara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Simbol negara seperti burung Garuda yang memuat sesanti Bhinneka Tunggal Ika seyogyanya dipahami setiap warga negara sebagai simbol pemersatu bangsa dalam keanekaragaman. Konflik yang mengatasnamakan agama, etnis, dan kelompok yang terjadi di Indonesia belakangan ini lebih banyak ditimbulkan oleh rendahnya kecerdasan simbolis. Jadi kita sebagai bangsa indonesia harus selalu memerapkan pancasila sebagi pedoman bagi pedoman hidup kita, selalu berpegang teguh pada kebenaran. Menerapkan panvasila sebagai lamdasan hidup memepertahankan ideologi pancasila dalam kehidupan bangsa indonesia yang adil dan makmur.